PENGARUH PSIKOLOGIS BACAAN "BASMALAH" DAN "HAMDALAH".

Di posting oleh Aziz Mustain pada 03:23 AM, 02-Jun-13


Dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, tampaknya anggota tubuh dan indera kita yang berperan. Tapi ada peran lain yang tak kalah pentingnya, yaitu motivasi. Mativasilah yang membuat anggota tubuh dan indera kita bekerja sesuai dengan perintah otak.

Baik dan buruknya, bermanfaat atau tidaknya hasil pekerjaan yang dilakukan anggota tubuh dan indera, tergantung dari perintah otak.

Terkadang perintah otak tidak sesuai dengan hati nurani. Ini bisa berpengaruh pada kuat atau lemahnya motivasi, hal ini akan mempengaruhi kinerja anggota tubuh dan indera.

Maka saat melakukan aktivitas otak, pikiran (hati nurani) harus harus sinkron dan fokus.

Untuk itu diperlukan pikiran/hati yang bersih, agar otak bekerja terarah.

Membaca Bismillah pada saat hendak melakukan aktivitas pekerjaan mampu membersihkan hati, otak lebih focus, motivasi selalu fresh. Sehingga hasil kinerja aggota tubuh bisa memuaskan.

Membaca Bismillah adalah usaha mendekatkan diri kepada sang kholiq. Jika dibiasakan, hati nurani akan semakin bersih. Sehingga mampu mendorong untuk memikirkan hal-hal yang bermanfaat dan tidak bertentangan dengan norma-norma kehidupan dan agama. Otomatis prilaku kita pun menjadi baik dan terpuji. Pekerjaan yang kita lakukan hanya yang bermanfaat saja. Dan tidak pernah terpikirkan untuk merugikan orang lain, atau melanggar hukum.
Karena saat asma Alloh disebut, setanpun menjauh. Sehingga kita terbebas dari godaannya.

Oleh karena itu membaca Basmalah jangan hanya dimulut saja, tapi diresapi sehingga timbul keyakinan yang mantap, bahwa hidup dan kehidupan kita atas kehendak dan karunia-Nya.

Ucapan Hamdalah adalah ungkapan rasa syukur secara lisan, atas karunia yang telah kita terima. Atau atas keberhasilan yang telah kita capai. Sekecil apapun bentuk karunia yang kita terima, atau keberhasilan yang kita capai, haruslah disyukuri.

Syukur di lisan, bila diucapkan secara ikhlas, mampu mendorong kita untuk bersyukur dalam bentuk tindakan. Karena hakekat bersyukur itu tidak hanya di lisan saja, tapi juga dalam wujud tindakan yang nyata.

Nikmat yang telah kita terima kita manfaatkan secara maksimal ke arah kebaikan sesuai tujuan semula, saat kita ingin mencapai nikmat tersebut. Itulah bentuk syukur dalam wujud tindakan, pada langkah pertamanya. Selanjutnya kita berbagi kepada orang lain atas nikmat tersebut. Jadi tidak cukup hanya mengucap alhamdulillah saja.

Ada kepuasan tersendiri jika kita mampu melaksanakan syukur dalam wujud tindakan. Kepuasan tersebut mampu membangkitkan semangat yang lebih besar lagi untuk meraih keberhasilan berikutnya. Sehingga firman Alloh yang artinya ; "Jika kalian bersyukur, niscaya aku akan menambah nikmatku...dst". adalah logika.

Selain mampu mendorong untuk bersyukur dalam wujud tindakan, ucapan Hamdalah juga mendorong sikap/tindakan koreksi dan evaluasi terhadap keberhasilan yang telah diraihnya. Sehingga ke depannya mutu kinerja akan lebih baik lagi. Dan hasil yang diraihpun akan semakin baik pula.

Oleh karena itu patut kita tanamkan dalam hati, bahwa bacaan Basmalah dan Hamdalah, bukan hal yang sepele dan sia-sia.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

7 tanggapan untuk "PENGARUH PSIKOLOGIS BACAAN "BASMALAH" DAN "HAMDALAH"."

Zetsu pada 11:17 AM, 02-Jun-13

Hadir masta

Aziz Mustain pada 11:45 AM, 02-Jun-13

@Zetsu,
thanks ea

Antony Stark pada 06:47 PM, 05-Jun-13

Maaf sob telat,
wah harus sering2 baca basmallah nie smile thanks sob bermanfaat bngt

Aziz Mustain pada 11:30 PM, 05-Jun-13

@Antony Stark,
thanks atas kunjungannya

Gery The jakmania pada 05:49 AM, 09-Jun-13

mantap gan postinganya, kunbalnya di tunggu

Aziz Mustain pada 09:06 AM, 09-Jun-13

@Gery The jakmania,
Terima kasih atas kunjungannya, tunggu kunbalku

Aziz Mustain pada 09:07 AM, 09-Jun-13

@Gery The jakmania,
Terima kasih atas kunjungannya, tunggu kunbalku

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)